kontradiksi?

Gw rasa semua yang kenal gua udah pada tau, atau setidaknya, mereka yang dekat dengan gua, tau betapa galaunya gw akan pekerjaan gue.

Penyebabnya utamanya Entah karena memang kurang cocok dengan passion dan karakter  gw, iklim kerja yang tidak menyenangkan, entah ada kaitannya sama nurani, yang jelas gw sering tiba2 “merinding dangdut” dan merasa buang2 waktu.

Sebisa mungkin gw menahan diri untuk tidak langsung menjudge salah apa yang gw liat, mencoba melihat-lihat dari berbagai sisi, barangkali ada benarnya, tapi entahlah, pengalaman hampir 2 tahun tidak begitu memberikan banyak pengetahuan buat gue.

Ngomong2 soal pembelajaran selama bekerja, gue ga bisa nyalahin siapa-siapa, termasuk diri gue sendiri bahwa tidak banyak yang bisa gw serap. Begitu melihat ada sesuatu yang ga sesuai ama “pikiran”, keinginan untuk mencari tahu lebih dalam , tertutupi oleh rasa untuk menyingkir jauh2. Belum lagi iklim yang berkecenderungan tertutup.

Oiya, jangan mikir aneh2 soal kejanggalan yang gw maksud yak, maksud gw sih bukan penyelewengan gitu, tapi lebih kepada pendekatan-pendekatan yang biking gw geleng2 kepala, dan seringkali ga efisien soal anggaran.  Pendekatan system maupun pendekatan pemikiran perorangan sama anehnya buat gue.

Keliatannya gw semacam anak pengeluh yang tidak melakukan apa2 bukan? Nah itu dia masalahnya! Ada dalam satu system yang rumit (atau dirumitkan), yang membuat lo kehilangan minat untuk menggalinya, sementara lo tau harusnya mengumpulkan informasi agar di masa depan tidak melakukan pola (kesalahan) yang sama, adalah kondisi yang buruk! Kontradiksi antara otak dan hati. Got my point?

Tulisan ini gw buat dengan sudut pandang subjektif, bisa jadi gw salah,  berharap gw bukan satu2nya orang yang galau dalam masalah yang sama, karena semua orang pasti mengharapkan kondisi yang lebih baik bukan? Untuk dirinya, maupun lingkungannya.

Bentar lagi 2012 bok!

ANGIN

Gw emang ga pernah menyangkal kalo gw emang penulis angin-anginan.

Mungkin karena itulah gw sering masuk angin

….

Oke! Itu memang kurang lucu, yasudahlah, lupakan.

Hari ini gw sedang diatas angin!😀 karena itulah tulisan ini ada…

Hm, tepatnya  karena weekend ini menyenangkan.

Lebih tepatnya lagi acara rafting  kemaren menyenangkan.

Dulu, beberapa tahun yang lalu, gw pernah ke situ cilenca, pangalengan, tapi tidak semenyenangkan kemarin.

Semoga tidak berlebihan kalau gw bilang  jepretan ponsel  ini adalah lukisan perasaan gw;

Hm, semoga gambar ini tidak terbang dibawa angin, seperti memori yang begitu gampang terbang sekalipun tidak ada angin.

80%

Ga gampang ketika melihat temanmu menyelesaikan studinya dan melesat  ke berbagai penjuru, sementara dirimu (sepertinya) masih diam di tempat. Aku ga bilang kamu belum melakukan apa-apa. Yeah, mungkin kamu masih bergumul dalam proses 80 %.

masih ingat kan, teori yang dulu kita pernah bahas? Perjalanan mencapai kesuksesan itu terdiri 2 bagian besar. Proses 80% di awal, dan 20 % di akhir. Proses 80 %  ini, proses yang sangat panjang, dan keliatan ga ada akhir. Menjemukan karena terkadang terlihat seperti pertumbuhan. Agak sulit sih, memang, mengingat sebagian besar orang tumbang pada tahapan ini. Jadi kurasa wajar kalau kau sedikit jemu dan pesimis itu muncul.

Hei, tapi ingat! Kau adalah salah satu dari sedikit orang yang tahu teori ini. Mestinya ga ada kata cape dan keluhan sinis dong? Ayolah… bayangkan bagian 20% yang akan kau temui setelah melewati angka 80 yang berat ini. 20 % yang singkat dan penuh kejutan, semuanya berubah dengan cepat berkat persiapanmu dalam tahap 80 %.

Percayalah…

Ps. Kalau kamu masih ragu, kenapa ga coba cek QS at-taubah ayat 129? Aku rasa kamu bisa tersenyum kembali  :)

POSITIVE

“hidup lo ga akan membaik, sebelum lo nya sendiri membaik” demikian kira2 cuplikan yang gw inget dari bukunya Brian Tracy (buku selfhelp sakti gw :P). Bener juga ternyata kutipan itu, meskipun pada awalnya gw ga terlalu ngerti maksudnya😛.

Kurang lebih maksudnya; kalo lo pengen hidup lo berubah (keberuntungan berpihak ama lo)  lo nya sendiri harus bisa mem“positif “kan diri terlebih dahulu.

Okay, mungkin kita harus nyamain persepsi tentang apa yang gw maksud positif. Positif disini mengacu pada “aura”. Yeah, positif berarti lo lebih banyak tersenyum, bersemangat, bahagia.  Dalam deskripsi versi gw, positif juga berarti komitmen untuk bahagia *pada diri sendiri, no matter what… Kalo divisualisasikan kira2 kayak iklan mizone (ups sebut merk). Terdengar sederhana bukan? Tapi sumpah ngejalaninnya ga semudah itu. Hal2 sepele seperti mengeluh, pesimis, atau berburuk sangka bisa merusak (menegatifkan) kepositifan lo. Dan efek negative bisa lama banget loh_Cuma gara2 hal sepele_ betenya bisa merembet kemana-mana, dan berimbas lo kehilangan peluang2 yang bikin hidup lo lebih asik. (based on true story)

Belakangan ini, gw ngerasa berhasil mengaktifkan tombol positif itu. (setahun belakangan tombol itu sangat susah diaktifkan) .Rasanya seperti hidup kembali!😀. Gw kembali menemukan hal2 yang gw suka, hal2 yang baru, komunitas baru, teman2 baru, peluang2 baru,pemikiran2 baru, dengan jalan yang ga terduga-duga, entah gimana ceritanya.  What a great live?

Kalo gw runut lagi, kapan persisnya gw mulai berkomitmen untuk positif, mungkin pas tahun baru, pas gw bertekad “2011 must be my year” dan secara konsisten gw mengulang kalimat itu dalam otak gw.

Hal yang menarik lagi, “positif” itu menular (begitu juga dengan negative) Sulit menjadi positif tunggal, ketika lo berada di lingkungan negative.  Temen melabil gw_sebut saja namanya nidi_ juga tampak mempositif belakangan ini. Entah siapa yang menulari siapa sebenarnya. Mungkin juga gw mempositif karena belakangan gw ketemu orang2 baru yang juga positif, (atau malah sebaliknya gw menemukan orang2 positif itu karena gwnya sendiri  positif? Haha) Tapi apapun itu, positif itu menyenangkan. Gw berharap bisa terus deket2 ama orang2 yang menguatkan dan menjaga kepositifan gw, dan lebih dari itu, gw pengen nularin orang2 disekitar gw untuk bisa positif juga. Mari positif bersama-sama🙂

raja ampat

yeap, tempat ini belakangan makin sering disebut-sebut, karena keindahan bawah lautnya, panorama alamnya, maupun karena mahalnya budget yang dibutuhkan untuk dapat menikmati liburan di sini. Ga heran kalo tempat ini menjadi salah satu tempat liburan yang paling diimpikan banyak orang, termasuk gw😛

yeah, apapun yang berkaitan dengan selalu bikin gw ileran, apalagi ngeliat foto2nya, booook… gw suka merinding takjub sama pesonanya.

Ga susah buat nemuin informasi tentang raja ampat, di gugling aja, langsung deh keluar info2 yang ngebikin iler gw makin deres, sedikit cuplikan dari guglingan gw;

Raja Ampats, located west of the Birds Head Peninsula, are administratively part of Papua Barat/Iran Jaya, but they are very different from the rest of west Papua, which the travel guides are focused on. Geographically and when it comes to nature, history and culture, the Ampats are in many ways closer to Moluku. This small area in Indonesia has the richest coral reef life in the world. Kind of the coral reef epicenter of the planet.

Apart from the reefs, this area also has some of the most stunning top-side views in the world; lime stone islands that reminds you of, but are even more dramatic than, the famous Rock Islands of Palau; big cathedral-like caves inside the islands; quiet lagoons with crystal white sand and water in every shade of blue and green; bird life such as the Birds of Paradise that brought Alfred Russel Wallace to this region over a century ago; the most stunning sunsets you’ll ever see; and – almost no tourists..

Raja Ampat* means “the four ‘kings'”, a name dating back to the 15th century, when the Sultanate of Tidore – one of the muslim sultanates in the original Maluku west of Halmahera – appointed four local “rajas” in Misool, Salawati, Batanta and Waigeo.

1,606 species of reef fish in the Bird’s Head Seascape
1,397 species of reef fish in Raja Ampat
35 species of endemic reef fish found only in the Birds Head Seascape
603 species of hard coral recorded in the Bird’s Head Seascape
75% of all known coral species in the world
10 times the number of hard coral species found in the entire Caribbean
57
species of Mantis Shrimp in the Birds Head Seascape
13
species of Marine Mammals in the Bird’s Head Seascape
5
species of endangered sea turtles in the Bird’s Head Seascape

makin dicari informasinya, gw makin banjir iler, ga ada matinya nih emang raja ampat, padahal gw kan gabisa diving, gapunya duit juga buat jalan2 kesono, cuma bisa ngimpi. *(untung aja ngimpi masih gratis, kebayang kalo musti bayar juga)

rajaaaaaa Ampaaat…… kapan kita bisa ketemu?  Auuuuuuo……

Lapangan Bola


secara ga sengaja gw nemu rumah ini, pas pulang kampung. posisi rumah ini di kaki gunung Singgalang, sekitar 1300-1400 m dpl, ± 3km lah dari rumah gw.

Warga sekitar yang ngeliat gw lg foto2,pada heran gitu. Apa menariknya?

Yeap…Bagi warga sekitar, dan mungkin bagi sebagian besar penduduk yang ga tinggal di daerah perkotaan,ga ada yang menarik dari rumah ini, Termasuk lokasinya. catet:lokasinya. Gw mengira2 mungkin si pemiliknya jangan 2 juga ga sadar , betapa menariknya lokasi rumah dia, saking tiap hari ngeliat view itu, wkwkwk….

Padahal kalo lokasi ini ada di pinggiran kota, pasti udah jadi inceran, entah mau dibikin Villa, cafe, atau apalah, sesuatu yang lebih komersil.Lagipula, pasti tanah di sini harganya murah… (otak padang gw langsung beraksi :P)

"lapangan bola di kaki langit"

"lapangan bola di kaki langit"

background hutan pinus

"penonton tanpa tiket"

tepat di depan rumah itu, ada lapangan bola.  Tadinya, gw cuma tertarik sama si lapangan bolanya doang, sebelum gw nemu si rumah . Ya iyalah, gimana gw ga tertarik, ngeliat anak2 lagi maen bola, kek udah di kaki langit gitu…, pake background hutan2 pinus, + bonus 2 kebo sebagai penonton. Seger banget…

Tadinya pas pertama kali liat site ini, gw langsung kebayang  pengen ngedesain kompleks Villa minimalis tropis di lokasi ini, lengkap ama segala atribut landscapenya. Tapi somewhat, setelah gw nongkrong2 aga lama ngeliatin anak2 itu maen bola (gw jadi penonton ketiga, setelah 2 kebo yang tadi),  keknya bagus begini aja, suasana bermain bola seperti ini jauh lebih menarik daripada suasana villa yang masih bisa ditemukan di tempat lain😀

Azan

—sebaik2nya manusia adalah manusia yang segera mengambil wudhu, dan bersiap-siap untuk shalat, sebelum azan dikumandangkan—

*terpikir begitu saja ketika selesai shalat isya, dan mendengar azan yang menandakan  waktu isya baru saja masuk.

(bela diri nih ye :D)