80%

Ga gampang ketika melihat temanmu menyelesaikan studinya dan melesat  ke berbagai penjuru, sementara dirimu (sepertinya) masih diam di tempat. Aku ga bilang kamu belum melakukan apa-apa. Yeah, mungkin kamu masih bergumul dalam proses 80 %.

masih ingat kan, teori yang dulu kita pernah bahas? Perjalanan mencapai kesuksesan itu terdiri 2 bagian besar. Proses 80% di awal, dan 20 % di akhir. Proses 80 %  ini, proses yang sangat panjang, dan keliatan ga ada akhir. Menjemukan karena terkadang terlihat seperti pertumbuhan. Agak sulit sih, memang, mengingat sebagian besar orang tumbang pada tahapan ini. Jadi kurasa wajar kalau kau sedikit jemu dan pesimis itu muncul.

Hei, tapi ingat! Kau adalah salah satu dari sedikit orang yang tahu teori ini. Mestinya ga ada kata cape dan keluhan sinis dong? Ayolah… bayangkan bagian 20% yang akan kau temui setelah melewati angka 80 yang berat ini. 20 % yang singkat dan penuh kejutan, semuanya berubah dengan cepat berkat persiapanmu dalam tahap 80 %.

Percayalah…

Ps. Kalau kamu masih ragu, kenapa ga coba cek QS at-taubah ayat 129? Aku rasa kamu bisa tersenyum kembali  🙂

Advertisements

POSITIVE

“hidup lo ga akan membaik, sebelum lo nya sendiri membaik” demikian kira2 cuplikan yang gw inget dari bukunya Brian Tracy (buku selfhelp sakti gw :P). Bener juga ternyata kutipan itu, meskipun pada awalnya gw ga terlalu ngerti maksudnya :P.

Kurang lebih maksudnya; kalo lo pengen hidup lo berubah (keberuntungan berpihak ama lo)  lo nya sendiri harus bisa mem“positif “kan diri terlebih dahulu.

Okay, mungkin kita harus nyamain persepsi tentang apa yang gw maksud positif. Positif disini mengacu pada “aura”. Yeah, positif berarti lo lebih banyak tersenyum, bersemangat, bahagia.  Dalam deskripsi versi gw, positif juga berarti komitmen untuk bahagia *pada diri sendiri, no matter what… Kalo divisualisasikan kira2 kayak iklan mizone (ups sebut merk). Terdengar sederhana bukan? Tapi sumpah ngejalaninnya ga semudah itu. Hal2 sepele seperti mengeluh, pesimis, atau berburuk sangka bisa merusak (menegatifkan) kepositifan lo. Dan efek negative bisa lama banget loh_Cuma gara2 hal sepele_ betenya bisa merembet kemana-mana, dan berimbas lo kehilangan peluang2 yang bikin hidup lo lebih asik. (based on true story)

Belakangan ini, gw ngerasa berhasil mengaktifkan tombol positif itu. (setahun belakangan tombol itu sangat susah diaktifkan) .Rasanya seperti hidup kembali! :D. Gw kembali menemukan hal2 yang gw suka, hal2 yang baru, komunitas baru, teman2 baru, peluang2 baru,pemikiran2 baru, dengan jalan yang ga terduga-duga, entah gimana ceritanya.  What a great live?

Kalo gw runut lagi, kapan persisnya gw mulai berkomitmen untuk positif, mungkin pas tahun baru, pas gw bertekad “2011 must be my year” dan secara konsisten gw mengulang kalimat itu dalam otak gw.

Hal yang menarik lagi, “positif” itu menular (begitu juga dengan negative) Sulit menjadi positif tunggal, ketika lo berada di lingkungan negative.  Temen melabil gw_sebut saja namanya nidi_ juga tampak mempositif belakangan ini. Entah siapa yang menulari siapa sebenarnya. Mungkin juga gw mempositif karena belakangan gw ketemu orang2 baru yang juga positif, (atau malah sebaliknya gw menemukan orang2 positif itu karena gwnya sendiri  positif? Haha) Tapi apapun itu, positif itu menyenangkan. Gw berharap bisa terus deket2 ama orang2 yang menguatkan dan menjaga kepositifan gw, dan lebih dari itu, gw pengen nularin orang2 disekitar gw untuk bisa positif juga. Mari positif bersama-sama 🙂